Kamis, 18 Oktober 2012

Memaksimalkan Kinerja Komputer

Oleh : Tina Tinul






A. Penyebab Melambatnya Kinerja Komputer
Tpis dan trick pertama yang harus diketahui oleh user (pengguna komputer) adalah mengetahui factor-faktor penyebab melambatnya kinerja computer. Antara lain sebagai berikut.

a. File Temporary
Komputer secara alami akan membuat beberapa file temporary yang tersimpan secara otomatis di dalam sistem. Sebenarnya, file temporary cukup berguna, yaitu menyimpan segala informasi yang pernah diakses oleh sistem dan akan dengan mudah menampilkan informasi tersebut ketika diakses kembali. Namun, apabila kondisi seperti ini tidak terpantau bisa memberikan efek negative, yaitu melambatnya kinerja computer. File temporary dibedakan menjadi tiga macam, yaitu Internet Cache, Recycle Bin, dan Temporary (sementara) Windows.

b. Update Windows Tidak Aktif
Microsoft secara priodik meluncurkan update untuk Windows agar komputer user terlindungi dari bug pemrograman dan melengkapi segala “kelemahan” proteksi keamanan Windows. Tujuan utama update Windows adalah “berusaha menjaga performa computer usernya. Salah satu syarat agar update Windows berjalan di computer user adalah menggunakan sistem operasi Windows berlisensi Microsoft, bukan Windows bajakan. Bagaimana jika menggunakan Windows bajakan? Jelas proses update Windows tidak akan berjalan dengan sempurna. Dan, lambat laun kinerja computer user akan menurun, bahkan rentan dengan masalah (error).

c. File atau Program yang Tidak Terlalu Penting
File atau program yang tidak terlalu penting atau jarang digunakan hanya akan “menghabiskan” ruang kosong hard disk. Efeknya, akan mengurangi performa computer. Sebaiknya, uninstall program yang tidak terlalu penting, hapus file yang benar-benar tidak dibutuhkan, dan back-up beberapa data yang dianggap masih dibutuhkan. Semakin besar ruang kosong hard disk, semakin bisa diandalkan performa computer.

d. Program Statup yang Tidak Terlalu Penting
Beberapa program atau aplikasi software secara otomatis akan mengirim file akses eksekusi (tanpa sepengetahuan user) ke dalam folder Startup. Apabila sejumlah program aplikasi yang tidak terlalu penting berada di dalam folder Startup hal ini akan menyebabkan computer membutuhkan waktu lebih lama untuk startup dan load ke Windows. Sebenarnya, walaupun tidak diaktifkan, program ini tetap aktif di dalam background (aplikasi yang tidak terlihat oleh user, tetapi aktif di dalam sistem dan cukup menyita memori). Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan mengakibatkan kinrja computer melambat.

e. File Registry yang Rusak
File redistry yang berisi informasi sebagai referensi Windows yang di update secara terus-menerus selama computer menyala, seperti profil setiap user, aplikasi yang pernah di install atau di uninstall, tipe dokumen yang dibuat, pengaturan icon folder dan aplikasi, jenis hardware yang tersedia di dalam sistem, dan jenis port yang di gunakan. Keberadaan file registry yang rusak bisa menurunkan perofrma computer. File registry yang rusak adalah merupakan key cacat yang berisi informasi tentang objek COM dan Activex. Objek ini bagian dari program. Pada saat membuang (uninstall) program, terkadang key cacat ini masih tersisa di dalam sistem. Apabila key registry yang rusak ini masih tetap berada didalam sistem, lambat laun akan memenuhi ruang kosong hard disk dan berpengaruh pada kinerja computer. Beberapa tempat registry yang biasanya berisi file registry yang rusak (invalid) sebagai berikut.
1. Invalid Class IDs (CLSID)
2. Invalid Program Identifiers (ProgID)
3. Invalid Type Libraries (TypeLib)
4. Invalid Interface

f. Hard Drive yang Error
Data di dalam hard disk dapat rusak dan error karena beberapa situasi berikut.
1. Shut down langsung melalui tombol power.
2. Reset atau restart secara tiba-tiba karena koneksi atau supply power yang rusak.
3. Yegangan listrik yang tidak stabil.
4. Computer crash sehingga prosedur melakukan sgutdown tidak bisa dilakukan
Kerusakan (error) pada hard disk jarang diketahui secaralangsung oleh user karena tidak menampilkan gejala abnormal. Biasanya, kerusakan (error) pada hard disk akan diketahui oleh user pada saat kondisinya mendekati kritis dengan ditemukannua bad sector dalam jumlah yang besar. Kondisi semacam ini akan membuat kinerja computer menurun drastic.

g. Fragmentasi
Fragmentasi adalah kondisi file yang terbagi ke dalam beberapa cluster pada hard disk. Fragmentasi sebuah file mempunyai efek cukup signifikan mempengaruhi performa computer. Apabila kondisi fragmentasi dibiarkan terjadi dalam kurun waktu tertentu, dapat menyebabkan akses sebuah file (terfragmentasi) di dalam hard disk membutuhkan waktu yang cukup lama. Penyebab fragmentasi sebuah file sebagai berikut.
1. Install dan uninstall software aplikasi.
2. Memindahkan, mengubah nama, dan menghapus file.
Fragmentasi merupakan hal yang wajar terjadi pada sebuah file. Cara terbaik mengatasi masalah fragmentasi file bisa dilakukan dengan cara defragmentasi.

B. Membuat Windows Selalu Update
Membuat Windows selalu update berfungsi untuk melindungi computer dari kelemahan sistem pengaman yang terdeteksi oleh Microsoft. Update Windows akan membantu user untuk meningkatkan sistem keamanan dan mampu meningkatkan performa computer. Hanya saja, Microsoft akan memberikan fitur terbaru (update) kepada user yang menggunakan sistem operasi Windows berlisensi (bukan bajakan). User dapat dengan mudah untuk memeriksa update terbaru yang disediakan oleh Microsoft di situs http://windowsupdate.microsoft.com.
Agar Windows bisa melakukan update secara otomatis pada saat terhubung dengan internet, kalian hanya perlu mengaktifkan fitur Automatic Updates.

C. Pengaturan Efek Visual
Pebgaturan efek visual yang tepat dapat emningkatkan performa computer. Seperti halnya Windows XP menyediakan beberapa efek visual. Semakin komplet, tentu akan membuat kinerja computer menjadi terbebani. Beberapa efek visual yang disediakan windows XP seperti sgadow, smooth, fading, font, tampilan menu dan lain-lain.

D. Membuang Program yang Tidak Dibutuhkan
Program aplikasi yang diinstall akan mengekstrak “dirinya”, kemudian menyimpannya ke dalam berbagai bagian di dalam sistem. Selain emnambah beban penyimpanan pada hard disk, file aplikasi dari sebuah program juga membebani memory. Imbasnya, computer secara menyeluruh akan dipaksa menampung file sistem dari sebuah program. Nah, bagaimana bila program aplikasi yang diinstall pada computer terbialng banyak, bahkan jumlahnya mencapai puluhan program aplikasi? Tentu hal itu akan berpengaruh secara signifikan pada proses eksekusi, kecepatan, dan performa computer. Ada baiknya, program yang diinstall ke dalam computer adalah program yang benar-benar dibutuhkan dan digunakan setiap saat. Jadi, program aplikasi yang tidak dibutuhkan legi keberadaannya, tidak digunakan setiap saat, atau tidak terlalu penting, sebaiknya dibuang saja dari hard disk!.
Catatan :
Sebelum membuang software dari computer, pastikan key atau serial number software disimpan dengan baik agar bisa melakukan instalasi program kapan pun saat dibutuhkan.

E. Membersihkan File pribadi
Pengaturan file dan dokumentasi pribadi yang teratur dan terorganisir akan membantu dan memudahkan user untuk mengelola dan mengaksesnya suatu saat. Tanpa disadari, pola pengaturan file dan dokumen pribadi yang terorganisir juga berpengaruh pada performa computer. Sebaiknya kalian sebagai user melakukan pengelompokan berbagai format data dan dokumen ke dalam sebuah folder tersendiri. Menghapus file dan dokumen yang sudah idak digunakan lagi akan memperbesar ruang pada hard disk.

F. Memeriksa Hard Disk yang Error
Tidak selamanya data di dalam hard disk tersimpan dengan aman, tetapi bisa saja rusak. Rusaknya data di dalam hard disk bisa disebabkan oleh beberapa factor seperti tegangan yang tidak stabil, shutdown, atau merestart computer yang tidak sesuai dengan prosedur. Tidak banyak user yang mengetahui bahwa telah terjadi error di dalam druve. Masalahnya, kerusakan (error) yang tejadi di dalam hard disk tidak dikonfirmasikan kepada user. Jadi, ada baiknya kalian sebagai user melakukan scanning hard dis setidaknya sebulan sekali untuk memeriksa kerusakan (error) pada hard disk.

G. Memodifikasi Program Startup
Pada saat melakukan instalasi software atau program aplikasi, beberapa di antaranya secara otomatis akan memasukan fil shortcut ke dalam folder startup tanpa sepengetahuan kalian sebagai user. File shortcut yang berada dalam folder startup akan dieksekusi oleh sistem pada saat booting ke dalam windows untuk pertama kalinya.jika hal ini tidak terpantau, tentu hal ini akan menyebabkan waktu yang dibutuhkan untuk booting ke dalam Windows menjadi lebih lama.

H. Defragmentasi Hard Disk
Inilah yang terakhir yang perlu kalian lakukan pada hard disk kalian untuk mengoptimalkan kinerja komputer kalian.

0 komentar:

Posting Komentar